Rabu, 13 Juni 2012

Tokyo Jadi Kota Dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia

Tokyo telah menggeser Luanda, Angola sebagai kota dengan biaya hidup termahal di dunia bagi ekspatriat, yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga karena bencana gempa bumi tahun lalu.

Berdasarkan laporan tahunan tentang biaya hidup yang dirilis oleh konsultan dari Amerika Serikat (AS), Mercer hari ini menunjukkan, jika beberapa kota di Jepang telah mengalami kenaikan biaya hidup seiring dengan menguatnya mata uang Yen terhadap Dollar AS.

Dua kota lainnya yang masuk ke dalam peringkat 10 besar dengan biaya hidup termahal di dunia adalah, Osaka di peringkat ketiga dan Nagoya di peringkat kesepuluh. Sementara Elsewhere, Luanda turun ke peringkat kedua, Moscom keempat dan Jenewa berada di peringkat kelima.

Riset itu senditi telah melakukan survei terhadap 214 kota di seluruh dunia, yang analisanya telah dilakukan sejak Maret 2011 hingga Maret 2012.

"Kami membandingkan biaya dari 200 item lokasi, termasuk tempat tinggal, transportasi, makanan, pakaian, kebutuhan rumah tangga dan hiburan," ungkap Senior Research Nathalie Constantin-Metral dalam video di websitenya.

Survei dilakukan dari New York, dimana kota tersebut juga mengalami penurunan biaya hidup, dan kini berada di peringkat ketiga puluh tiga.

Menurut hasil yang dipublikasikan, banyak pula kota-kota di Eropa yang mengalami penurunan biaya hidup bagi ekspatriat, karena krisis finansial yang terjadi di Benua Biru. London turun ke peringkat 25, dan Paris anjlok dari nomor 10 ke 37.

Banyak negara di Eropa yang terkena imbas krisis, termasuk Yunani, Italia dan Spanyol juga mengalami penurunan harga penyewaan kendaraan. Di Italia, Milan turun peringkat menjadi ke-13, dan Roma jatuh dari peringkat 8 menjadi nomor 42.

Sedangkan bertolak belakang dengan Eropa, banyak kota di Asia dan Amerika justru mengalami kenaikan biaya hidup sejalan dengan penguatan mata uang lokalnya, dan biaya tempat tinggal menjadi item kenaikan paling tinggi bagi kenaikan biaya hidup di semua kota.

0 komentar: